http://www.atm303.com/

3 Fakta Ibu Kota Jakarta Berbahaya Untuk Wanita

Sebagai warga Indonesia, kita tentunya tahu dan dapat merasakan sendirialangkah meresahkannya permasalahan-permasalahan sosial yang terjadi di negeri ini. Hampir masing-masing hari rasanya terdapat aja permasalahan pencurian, penyamun yang selesai tragis, atau pemerkosaan anak di bawahusia yang terjadi. Meski tiap negara tentunya punya masalahnya masing-masing, suatu survei internasional baru saja menobatkan ibukota Indonesia, Jakarta, sebagai di antara kota besar sangat tidak aman di dunia. Khususnya bikin kaum hawa. Berdasarkan survei yang dilaksanakan oleh Thomson Reuters Foundation, Jakarta sedang di peringkat 9 dari 10 kota paling riskan di dunia untuk perempuan. Jakarta ialah satu-satunya kota besar di area Asia Tenggara yang masuk dalam peringkat ini. Tentu saja ini bukan prestasi yang patut dibanggakan. Sebelum marah-marah, tidak terima, dan mencurigai hasil survei ini berpihak, mungkin saya dan anda butuh pahami dulu kriteriadan teknik penilaiannya. Untuk yang sudah menikmati sendiri betapariskan sendiri Jakarta dan barangkali setuju dengan hasil survei ini pun, penting dengan kata lain untuk introspeksi dan bersama-samamenggali solusi agar Indonesia jadi lokasi yang lebih aman guna kita semua. Yuk simak info selengkapnya bersama atm303!

Begini hasil survei Thomson Reuters Foundation. Jakarta satu-satunya kota metropolitan sangat nggak aman di Asia TenggaraSurvei yang dilaksanakan Thomson Reuters Foundation menanyakan kepadaberpengalaman yang berkompeten di bidang isu wanita soal seberapa berbahayanya kota-kita metropolitan di semua dunia untuk perempuan. Survei ini pun memfokuskan perhatian pada empat konsentrasi utama,yakni soal kekerasan seksual, kekerasan kultural (termasuk perceraiansampai menikah muda), pelayanan kesehatan, sampai kesempatan kerja. Hasilnya, Jakarta menduduki peringkat 9 lho. Berikut ini urutannya: KairoKarachiKinshasaDelhiLimaMexico CityDhakaLagosJakartaIstanbulBerdasarkan keterangan di laman sah Thomson Reuters Foundation, ada empat kriteria utama dalam mengukur ketenteraman sebuah kota untuk perempuan. Keempat kriteria utama tersebut ialah tingginya angka kekerasan seksual, banyaknya praktik kultural yang mendiskriminasi perempuan, terbatasnya akses kesehatan untuk perempuan, dan keterbatasankesempatan ekonomi. Dilihat dari empat kriteria tersebut, kesepuluh kota di atas, tergolong Jakarta, mencetak skor terjelek di dunia.

1. Tingginya angka kekerasan : peringkat 7. Kekerasan seksual sering terjadi di Jakarta, mulai yang ringan sampai yang parahPernah tahu istilah ‘cat calling’? Itu lho, tindakan membujuk di jalan dengan memanggil-manggil atau menggoda yang seringkali ditargetkan pada perempuan. Sebenarnya perbuatan ini telah masuk ke kekeraasan seksual secara verbal lho. Padahal cat calling tidak jarang banget didatangi di Indonesia lagipula di kota besar laksana Jakarta.Kekerasan seksual di Jakarta bahkan termasuk yang sangat tinggi disemua Indonesia lho. Menurut daftar dari Komnas Perempuan, 2.552permasalahan kekerasan seksual berasal dari Jakarta sendiri. Masih ingat kan soal maraknya pelecehan seksual di transportasi umum yang tidak jarang banget terjadi di Jakarta? Banyak pula yang hingga diperkosa dan dibunuh di tempat-tempat umum. Miris banget..

2. Banyaknya praktik kultural yang memarginalkan perempuan. Masalah perceraian sampai menikah muda pun jadi ancaman bikin perempuanLagi-lagi terdapat angka dari Komnas wanita yang melafalkan bahwan kekerasan dalam lokasi tinggal tangga dan angka perceraian di Indonesiatergolong Jakarta termasuk tinggi. Sebanyak 245.548 permasalahan kekerasan terhadap perempuan disalin oleh pengadilan agama. Kebanyakanpermasalahan kekerasan yang terjadi dalam lokasi tinggal tangga ini bahkan berujung perceraian. Hmmm persoalan nikah muda pun bukan masalah baru di negara kita. Meskiketika ini tidak sedikit perempuan yang berkarier, dalam praktiknya masih tidak sedikit juga kebiasaan menikah di umur muda. Bahkan sampaikini masih ada sejumlah profesi yang mewajibkan tes keperawanan pun masih dilakukan. Hal ini dirasakan tidak adil, menyusul tidak adanya persyaratan untuk laki-laki untuk mengerjakan tes keperjakaan.

3. Terbatasnya akses kesehatan untuk perempuan. Perempuan di Jakarta dinilai susah mendapat pelayanan kesehatan dengan cepatPertengahan Oktober lalu, seorang perempuan terpaksa mencetuskan di dalam mobil polisi sebab tidak sempat untuk diculik ke lokasi tinggal sakit. Perempuan mempunyai nama Fitri itu tidak kunjung mendapat taksi dan perangkat transportasi beda yang inginkan membawanya ke RS Koja Jakarta Utara, kesudahannya ia bertemu dengan mobil dinas penerangan keliling Binmas Polres Metro Jakarta Utara. Kejadian ini memperlihatkan bahwa wanita dan pelayanan kesehatan masih tergolong tidak cukup efektif di Jakarta. Selain warga Jakarta yang memang paling padat dan jalanan yang macet, pelayanan kesehatan terutamauntuk perempuan dan ibu mencetuskan dinilai tidak sigap.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *